Panduan

Panduan Fotografi

Foto dan data perjumpaan dapat diambil dari kemunculan (sighting) di alam, pendaratan (landing) di pelabuhan, tempat pelelangan ikan atau pasar, atau di atas perahu saat kegiatan penelitian atau memancing. Foto dan data dapat diambil secara oportunistik atau dalam suatu kegiatan yang direncanakan secara pribadi ataupun berkelompok secara sukarela.

Posisi foto untuk kemunculan (sighting) suatu species akan berbeda untuk masing-masing hiu, hiu hantu dan pari.

  • Foto Hiu dan Hiu Hantu harus diambil secara lateral atau menyamping sehingga mencakup seluruh bagian moncong hingga sirip ekor (Gambar 1).
  • Foto Pari dapat diambil dari posisi atas tubuh mereka sehingga mencakup seluruh bagian moncong hingga sirip ekor (Gambar 4)
  • Pengecualian untuk spesies Pari Manta (Mobula alfredi dan M. birostris), dimana foto dapat diambil dari bagian bawah tubuh mereka mencakup seluruh bagian ventral (bawah) dari moncong hingga sirip ekor (Gambar 2)

Gambar 1. Whale Shark (Rhincodon typus)

Gambar 3. Hammerhead Shark (Sphyrna lewini)

Gambar 2. Reef Manta Ray (Mobula alfredi)

Gambar 4. Bluespotted Ribbontail Ray (Taeniura lymma)

Foto kemunculan (sighting) suatu species diusahakan diposisikan sejajar dengan posisi kamera, baik menyamping, dari atas maupun bawah, supaya hasil identifikasi spesies kemudian lebih akurat. Pada kasus apabila foto tidak dapat diambil secara sejajar atau mencakup seluruh bagian tubuh Elasmobranchii dan pengambil foto menyatakan bahwa foto cukup mencakup bagian tubuh Elasmobranchii untuk dilakukan identifikasi spesies secara visual, maka foto dapat diambil pada kondisi tersebut (Gambar 3).

Foto kemunculan (sighting) dapat diambil dari suatu video saat melakukan aktivitas diving/snorkeling atau dari video BRUVs (Baited Remote Underwater Videos) dengan melakukan cropping atau screenshoot pada bagian video yang memiliki kemunculan hiu, pari atau hiu hantu. Cropping dan screenshoot dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kriteria fotografi di atas.

Posisi foto pada saat perjumpaan pendaratan (landing) juga harus berbeda antara hiu, hiu hantu dan pari.

  • Foto Hiu dan Hiu Hantu harus diambil secara lateral atau menyamping sehingga mencakup seluruh bagian moncong hingga sirip ekor (Gambar 5).
  • Foto Pari dapat diambil dari dari posisi atas tubuhnya sehingga mencakup seluruh bagian moncong hingga sirip ekor (Gambar 6)

Apabila suatu species Elasmobranchii diangkat ke atas perahu, baik dalam aktivitas penilitian atau memancing, dan direncanakan untuk dilepaskan dalam keadaan hidup, maka foto tidak diharuskan diambil sesuai kriteria di atas supaya dapat diambil secara cepat dan menurunkan resiko kematian terhadap ikan. Apabila pengambil foto menyatakan bahwa foto cukup mencakup bagian tubuh Elasmobranchii untuk dilakukan identifikasi species secara visual, maka foto dapat diambil pada kondisi tersebut (Gambar 7).

Seluruh foto pendaratan (landing) disarankan menggunakan penggaris, pengukur lain, atau suatu objek sebagai pembanding ukuran ikan yang difoto.

Gambar 5. Milk Shark (Rhizoprionodon acutus)

Gambar 6. Whitenose Whipray (Pateobatis uarnacoides)

Gambar 7. Lemon Shark (Negaprion brevirostris)

Posisi foto akan membantu dalam verifikasi identifikasi suatu species, dikarenakan setiap species memiliki karakteristik spesifiknya masing-masing.

Panduan Data Spesies

Setelah foto diambil, identifikasi spesies (praduga) disarankan dilakukan pada saat di lapangan. Informasi lain juga disarankan untuk diambil apabila memungkinkan, meliputi:

Kemunculan (Sighting)Pendaratan (Landing atau on board)
Nama fotograferNama fotografer
Panjang dan berat*Panjang dan berat*
Jenis kelamin*Jenis kelamin*
Tanggal dan waktu pengambilan fotoTanggal dan waktu pengambilan foto

Lokasi pengambilan foto

Koordinat (Lat/Lon)*

Lokasi pengambilan foto

Koordinat (Lat/Lon)*

Kedalaman lokasi 

Lokasi ikan ditangkap

Koordinat (Lat/Lon)*

Habitat saat perjumpaan kemunculanMetode atau alat tangkap

*opsional

Silakan gunakan referensi di bawah ini untuk memastikan informasi yang diambil terkait jenis kelamin dan ukuran panjang.

Gambar 8. Hiu Jantan

Gambar 9. Hiu Betina

Gambar 10. Diagram Pengukuran Total Length (TL)
(sumber: rawpixel.com/ Freepik)

Gambar 11. Diagram Pengukuran Disk Width (DW)
(sumber: rawpixel.com/ Freepik)

Elasmobranchii jantan memiliki organ reproduksi eksternal yang disebut Clasper dan Elasmobranchii betina tidak memiliki organ reproduksi eksternal (Gambar 8 dan 9).

TL merupakan Total Length atau Panjang Total, yaitu suatu pengukuran untuk hiu, pari gergaji dan pari gitar, yang mengukur panjang seekor Elasmobranchii dari moncong hingga ujung sirip ekor secara parallel. DW merupakan Disc Widht atau Lebar, yaitu suatu pengukuran untuk pari (kecuali pari gergaji dan pari gitar), yang mengukur lebar tubuh mereka dari satu ujung sirip dada ke sirip dada yang lainnya.

Buku atau panduan identifikasi dapat diunduh dari situs kami (ElasmoID) atau kamu dapat menggunakan buku identifikasi lain sesuai preferensimu. Informasi perjumpaan dapat dicatat pada buku atau kertas apapun, tetapi formulir khusus dapat diunduh dari situs kami untuk pengumpulan foto dan informasi yang direncanakan. Hanya satu individu dari masing-masing species pada saat perjumpaan (sighting atau landing) yang perlu difoto pada setiap perjumpaan.

Seluruh foto dan data yang diambil di lapangan, baik kemunculan (sighting) maupun pendaratan (landing), dapat dikirimkan melalui situs kami. Foto dan data yang dikirimkan akan diperiksa dan ditampilkan pada situs kami. Peserta yang berpartisipasi pada proyek ini diharuskan membaca dan menyetujui Syarat dan Persetujuan proyek ini, dengan tujuan bahwa foto dan data yang dikirimkan dapat dipergunakan secara fleksibel untuk tujuan penelitian dan konservasi.

UNDUH

Formulir ini dapat membantumu dalam pengambilan data